Tersangka Penganiyayan Live Tiktok, Praktisi Hukum : Tersangka Melecehkan Hukum

oleh
oleh

MEDAN-XMETRO
Terkait seorang tersangka penganiyayan, Josniko Tarogan, melakukan siaran langsung (live) di media sosial (tiktok) meski berstatus tersangka dan berkasa perkara telah dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejaksaan. Di mana hal ini sontak memicu kemarahan korban Notrianta Sebayang dan publik.

Praktisi Hukum Kota Medan, Ukura Toni Sitepu, SH. CPM, angkat bicara. Ia menyangkan sikap seorang tersangka yang tidak menaati hukum, hingga melakukan siaran langsung di medsos.

“Bukannya kooperatif, ini malah live di medsos. Jelas itu pelecehan hukum,” kata Toni kepada wartawan, Sabtu (4/5).

Tersangka, lanjut dia, seharusnya menunjukan rasa penyesalannya atas pernuatannya, dan bukan Show of Force.

“Apa tersangka merasa hukum ini nngak ada. Apa ecek-ecek ini hukum ini,” kesal dia.

Untuk itu, sebut dia, ia meminta agar Polrestabes Medan dan Polsek Pancur Batu segera menahan tersangka dan menyerahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) sesuai perintah undang-undang.

“Tujunkan kepada masyarakat jika Polsek Pancur Batu adil dan profesional dalam bertugas,”pungkasnya.

Sebelummya, seorang tersangka kasus penganiyayan menyepelekan hukum di Pancur Batu. Pasalnya, meski sudah berstatus tersangka atas kasus penganiyayan dan berkas perkara sudah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Pancur Batu, pria bernama Jesiko Tarigan, malah melakukan live siaran langsung (live) di media sosial (medos) Tiktok di akun pribadinya, Josniko Tarigan122.

Siaran langsung itu pun viral di media sosial hingga sampai kepada wartawan. Dalam vidio itu terlihat seorang pria sedang melakukan live Tiktok, Jumat (3/5) dini hari. Ia bercengkarama dengan para rekan-rekannya di dalam live sambil tertawa seolah-olah ia tidak memilik masalah. Padahal, kasus yang ia hadapi cukup berat, karena melakukan penganiyayan hingga mengakibatkan korban, Notrianta Sebayang, babak belur. Entah apa yang ada dalam fikiran tersangka, yang jelas hukum di Pancur Batu telah diinjak-injak oleh tersangka. Harga diri Polsek Pancur Batu dipertanyakan.

Menanggapi itu, korban Notrianta Sebayang melalui kuasa hukumnya, Wilter Sinuraya SH kepada wartawan, Jumat (3/5) mengaku kecewa dengan pihak kepolisian yang belum menahan tersangka. Apalagi, kata dia, tersangka berani live di medsos Tiktok.

“Tidak ada lagi harga diri hukum dibuat tersangka ini. Dia (tersangka) yang seharusnya di sel tahanan malah asik live Tiktok. Sungguh miris,”kesalnya.

Untuk itu, sambung dia, demi kepastian hukum ia meminta penyidik Polsek Pancur Batu segera menyerahkan tersagka ke Jaksa Pancur Batu. Mengingat, berkas perkara telah P21 (lengkap).

Sedangkan Kapolsek Pancur Batu Kompol Hendra Simatupang ketika dikonfirmasi, apakah penyidik Polsek Pancur Batu telah menyerahkan tersangka penganiyayan, Josnoko Tarigan berserta barang bukti ke JPU, ia enggan memjawab alias bungkam.

Sebelumnua, Cabang Kejaksaan Negeri (Capjari) Deli Serdang di Pancur Batu akan segera menyerahkan berkas perkara tersangka kasus penganiyayan, Josniko Tarigan, ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), setelah dinyatakan lengkap oleh Jaksa peneliti. Saat ini, JPU menunggu penyidik Polsek Pancur Batu untuk segera menyerahkan tersangka dan barang bukti.

“Sudah kita P21kan. Kita sedang menunggu penyidik Polsek Pancur Batu untuk menyerahkan tersangka dan barang bukti,”tegas Kacabjari Deliserdang di Pancur Batu Yus Imam kepada wartawan, Kamis (2/5).

Kanit Reskrim Polsek Pancur Batu Iptu Sahat Pangaribuan ketika dikonfirmasi wartawan, terkait penyerahkan tersangka dan barang bukti, mengaku sudah P21. Hari ini, Kamis (2/5), kata dia, penyidik akan melakukan pelimpahan tahap II, penyerahan tersangka dan barang bukti.

“Ya, P21. Akan segera kita limpahkan tahap II,”pungkasnya.

 

Sebelumnya, Setelah dua tahun melawan ketidakadilan, kasus penganiyayan terhadap Notrianta Sebayang, mulai mendapat titik terang. Penyidik Reskrim Polsek Delitua telah mengirim berkas perkara kasus tersebut ke Kejaksaan Cabang Pancur Batu. Tetapi, tersangka belum juga ditahan.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *