Judi Togel & Narkoba Merajalela di Delitua, LBH Medan : Kapoldasu harus evaluasi anggota

oleh
oleh

 

 

MEDAN-XMETRO
Terkait merajalelanya perjudiaan di Kecamatan Delitua dan Kota Medan, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan angkat bicara. LBH Medan meminta Kapolda Sumut Pol Agung Setya Imam Efendi mengevaluasi Kapolres dan Kapolsek tidak mematuhi Undang-Undang Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian.

Kepada wartawan, Staf Bagian Sipil Politik LBH Medan, Doni Choirul mengatakan, perjudian dan narkotika masih menjadi masalah besar yang belum dapat diselesaikan oleh pihak aparat terkhusus di wilayah Sumatra Utara (Sumut). Padahal praktik tersebut sangat meresahkan masyarakat, terutama bagi generasi muda.

“Kenapa APH seperti melakukan pembiaran, padahal perjudian dan narkoba merupakan perbuatan tindak pidana,”katanya saat dihubungi kru koran ini melalui telpon seluler, Senin (18/9).

Dampak dari perjudiaan dan narkoba, lanjut dia, selain merusak generasi, praktik ini juga telah merusak kehidupan masyarakat luas. Sayangnya, hingga saat ini para penegak hukum tidak dapat memberantasnya.

“Perlu diketahui perjudian dan narkoba salah satu pemantik terjadinya tindak pidana, seperti pencurian, begal dan kejahatan berat lainnya,”jelas dia.

Nah, atas hal tersebut, Kapolda Sumut serta jajarannya turun untuk mengusut tuntas praktek judi dan narkoba sampai dengan akarnya. Kapolda Sumut juga harus mengevaluasi jajarannya yang berpotensi menjadi beking dalam praktik perjudian dan peredaran narkoba.

“LBH Medan berpendapat, melihat sikap APH yang melakukan pembiaran, patut diduga terdapat oknum oknum APH yang menjadi benteng terdepan untuk menutup-nutupi perjudian dan narkoba. Hal itu telah mencoreng fungsi kepolisian sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 2 tahun 2002 tentang kepolisian yaitu salah satunya menjaga keamanan dan ketertiban msayarakat serta menjadikan preseden buruk bagi penegakkan hukum,”ungkap dia.

Seharusnya, sambung dia, jika mendapat informasi terkait peredaran dan praktik perjudiaan, APH seharusnya merespon atau melakukan tindakan tegas sesuai kewenangannya.

“Bukan malah diam, dan tidak melakukan apa – apa. Seperti informasi togel dan narkoba maupun judi lain, seharusnya APH dengan cepat merespon dan mengambil sikap. Kalau tidak, kita menduga APH tersebut berpotensi menutupi adanya tindak kejahatan,”ketus dia seraya mengatakan contoh kasus oknum APH di Kota Binjai yang diduga terlibat dalam menutupi praktik ilegal tersebut.

Atas hal tersebut, iapun berharap agar Kapolda Sumut segera melakukan evalusi terhadap APH yang ‘malas’ merespon atau bertindak terkait aksi kejahatan.

“Kita tau Polri hebat. Tetapi banyak oknum APH tidak menjalankan tugas secara tidak profesional. Sehingga Kapolda harus memberikan efek jera bagi oknum-oknum tersebut agar Sumut bisa bebas dari judi dan narkoba,”pungkasnya.

Sebelumnya, selain peredaran narkoba, di wilayah hukum Polsek Delitua perjudiaan jenis tato gelap (togel) juga menjamur. Bahkan, beberapa jurtul togel disana nulis secara terang – terangan. Omset mencapai ratusan juta rupiah.

Menurut informasi, lokasi togel berada di warung kopi di depan Wisma Deli Persada, warung di belakang Polsek Delitua, warung di sekitar jalan pribadi Gubsu Edy Rahmayadi, warung di Simpang Katolik, warung di simpang Tanah Lapang Suka Maju, warung dekat Kantor PLN dan dekat rumah dinas Camat Delitua.

Selain itu, judi togel di wilkum Delitua di kawasan lapangan bola kaki, Pasar I, Harhagusema, persis di warung G dan di warung R. Selain itu, warung togel juga berada di Jalan Besar Delitua, Gg Bayur persis di depan rumah ibadah Masjid Besar Delitua.

Sedangkan basis narkoba di Kecamatan Delitua berada di sepajang jalan Purwo (Jalan Tengah) Delitua. Adapun, Gang Lestari, sebagai salah tempat para mafia narkoba mengedarkan narkoba jenis sabu. Selain di Kecamatan Delitua, berbagai jenis perjudiaan telah menguasai Kota Medan.(ahmad)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *