Jermal XV Medan Jadi Kampung Narkoba Terbesar di Sumut

oleh
oleh

 

MEDAN-XMETRO
Pasca digulung aparat kepolisian dimassa kepemimpinan Irjen Pol Panca Simanjuntak, peredaran lokasi basis narkoba dan perjudian di lahan garapan, Jalan Jermal 15, kembali merajalela. Bahkan, peredaran disana disebut – sebut lebih parah dari ‘kampung kubur’ saat masih menjadi kampung narkoba.

“Dulu sudah dirazia sempat, tapi sekarang sudah main lagi. Pemainnya, itu – itu juga. Kan pas penangkapan kemarin pengelola belum ditangkap. Sekarang disitulah pengganti kampung kubur. Semua ada disana,”kata salah seorang penjudi saat dimintai keterangan, Jumat (28/7).

Ia menyebut, di lokasi, orang tidak berkepentingan dilarang masuk. Lokasi diportal layaknya arena perjudiaan kelas kakap.

“Kalau digerebek ya pasti dapat. Puluhan orang setiap hari disitu main judi maupun pakai narkoba,”sebut dia sembari berlalu.

Belum ada jawaban dari pihak terkait atas informasi tersebut.

Menanggapi itu, Ketua Umum DPP Satu Betor, Johan Merdeka meminta Kapolda Sumatera Utara Irjen Agung Setya untuk gerak cepat memberantas narkoba di Sumatera Utara.

Johan Merdeka menyoroti peredaran narkoba yang sudah digaris merah. Khususnya Jalan Jermal XV dan Belawan.

“Kita minta agar Kapolda Sumatera Utara yang baru ini serius bisa melakukan gerak cepat dalam hal pemberantasan narkoba,” terangnya, Jumat (28/7/2023) siang.

“Dalam hal narkoba, misalnya di daerah yang sudah dinyatakan daerah merah yang memang itu merupakan lokasi terparah dalam peredaran narkoba, misalnya Jermal 15,” sambung Johan.

Nah di Jermal 15, masih Johan, berulang – ulang sudah digerebek tapi ternyata juga tetap aja hingga hari ini beroperasi dan kemudian peredaran narkoba itu seperti menjual kacang goreng.

Johan menyampaikan, Kapolda Sumatera Utara menjalankan 5 program prioritasnya tidak hanya sekedar ucapan semata.

“Nah, jadi kita minta 5 program prioritas Kapolda yang sudah disampaikannya itu tidak sekedar ‘Ngecap’ atau lips service,” tegasnya.

“Program kerja itu 100 hari kerja atau 3 bulan kerja, tapi kita minta setidaknya 3×24 jam atau 1×7 hari itu bisa diselesaikan dan bandar narkoba itu bisa ditangkap. Itulah bukti dari komitmen Kapolda Sumatera Utara yang baru, kalau masih menunggu 3 bulan lagi sesuai dengan prioritas program kerja Kapolda artinya ini yang perlu kita pertanyakan kenapa sampai selama itu, ada apa?,” Tanya Johan.

Belakangan diketahui bahwa setiap pihak kepolisian ingin melakukan penggerebekan, hasilnya hanya mendapatkan pemakai narkoba, namun bandar dan pengedarnya tidak dapat. Hal itu membuat keganjilan Johan Merdeka yang juga dikenal sebagai aktivis.

“Bagaimana mungkin bisa bandar ketangkap, ketika mau melakukan penggerebekan bandar sudah lari, artinya kan ketika mau melakukan penggerebekan sudah bocor duluan kan. Nah informasi untuk melakukan penggerebekan sudah bocor duluan berarti disinyalir bahwa ada keterlibatan anggota Kapolda Sumatera Utara yang baru untuk membocorkan penggerebekan itu,” tuturnya.

Johan berharap kepada Kapolda Sumatera Utara bisa menangkap bandar narkoba yang sudah merusak generasi bangsa.

“Harapan kita masyarakat Sumatera Utara ini agar Kapolda sumatera Utara menangkap dan membersihkan seluruh bandar – bandar narkoba yang ada di Sumatera Utara ini, tidak hanya di Jermal 15, tapi di seluruh tempat yang memang terindikasi sarang narkoba itu segera diberantas habis segera,” harapnya.

Selain menyoroti peredaran narkoba di Sumut, Johan juga menyoroti tentang maraknya Begal dan mafia tanah.

Sebelumnya, Pemberitaan yang beredar di beberapa media online menyebutkan bahwa bandar narkoba di Jermal XV dikoordinir oleh oknum premen.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *