Duh!! Polrestabes Medan Takmampu Tangkap Pembunuh Anak Dibawah Umur

oleh
oleh

MEDAN-XMETRO
Enam bulan sudah, kematian Fadly Riandy, warga Jalan Kenari III, No. 34 Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara ini belum terungkap. Padahal, terduga pelaku bernama Wivina Angela terdeteksi di Kota Medan. Hal ini jelas menjadi pertanyaan keluarga korban terhadap Polrestabes Medan yang dianggap tidak mampu menangkap pelaku.

Alhasil, keluarga korban melaporkan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Medan dilaporkan ke Kadiv Propam Mabes Polri.

Andi Friyadi menyatakan, pihaknya melaporkan tewasnya sang anak yang bernama Fadly Riandy dengan laporan pengaduan (LP) bernomor LP/B/2551/I/2023/SPKT/Polrestabes Medan/Polda Sumut tanggal 23 Januari 2023.

“Anak saya itu korban penganiayaan hingga meninggal dunia dengan cara perutnya diinjak-injak terduga pelaku Wivina Angela pada 21 Januari 2023,” ujarnya kepada wartawan di Medan, Rabu (11/7/23).

Dengan keji terduga pelaku menganiaya anak saya tanpa perlawanan. Perutnya diinjak-injak hingga meninggal dunia.

“Ada sejumlah saksi yang melihat perbuatan kejam terduga pelaku itu,” sambungnya.

Pengaduan Andi Friyadi pun sudah ditangani penyidik Unit PPA Satreskrim Polrestabes Medan. Bahkan kasusnya sudah naik ke tahap penyidikan sesuai SP2HP No B/1992/III/Res18/2023/Reskrim tertanggal 14 Maret 2023. Anehnya dalam kasus ini penyidik belum ada menetapkan tersangkanya.

Andi Friyadi pun pusing tujuh keliling. Hingga saat ini dia tidak tahu apa kendala penyidik belum menetapkan tersangka sementara anaknya telah meninggal dunia.

“Bingung saya melihat kinerja penyidiknya bang. Sudah enam bulan berlalu tapi belum ada tersangka. Perasaan kecewa, marah, kesal semuanya campur aduk dalam diriku bang,” kata Andi.

Andi mengaku pengaduannya ke Kadiv Propam Mabes Polri merupakan upaya untuk mencari rasa keadilan yang tidak didapatnya di Polrestabes Medan.

“Saya sangat berharap Divisi Propam Mabes Polri segera memeriksa penyidik Unit PPA Satreskrim Polrestabes Medan yang menangani kasus kematian anak saya itu hingga tuntas,” harap Andi.

Kasus yang menimpa Andi ini pun mendapat perhatian dari seorang wakil rakyat di DPRD Kab. Deli Serdang, Henry Dumanter Tampubolon.

Ketua Fraksi PDI-P ini mendesak Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda, SH, SIK, agar menaruh atensi terhadap penanganan kasus yang menimpa Andi.

“Kok perkara begitu saja sampai sekarang belum tuntas. Apakah perkara seperti itu termasuk perkara yang sulit,” kata Dumanter kepada wartawan, Rabu (12/7/2023).

“Kasihan orang tua korban karena orang susah. Makanya saya mendesak Kapolrestabes Medan jangan sampai orang susah tidak tersentuh rasa keadilan,“ tandas politisi dari partai “wong cilik” yang dikenal vokal menyuarakan aspirasi rakyat ini.

Sementara itu Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir Mustafa, yang dikonfirmasi tidak membalas.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *