PANCURBATU-XMETRO
PT Key Key Cahaya Gemilang dan CV Arga Rancang  menggelar bakti sosial (baksos) kepada masyarakat di Kecamatan Sibolangit, Jumat (17/5). Pembagian sembako itu berlangsung di kantor PT Key Key, Jalan Letjen Jamin Ginting, KM 24, Dusun 2, Barung Ketang, Desa Tiang Layar, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deli Serdang. Baksos ini adalah agenda rutin yang dilakukan sebagai bentuk kepedulian PT Key Key kepada masyarakat Sibolangit.

“Kita satu tahun 2 kali berbagi, mau lebaran Idul Fitri dan menyambut tahun baru. Ini merupakan program sosial dari perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 2016 lalu hingga saat ini. Kali ini kepada masyarakat Sibolangit,”kata Direktur PT Key-Key Cahaya Marionta Tarigan kepada wartawan, Jumat (17/5).

Adapun, lanjutnya, bantuan yang diberikan sebanyak 271 paket dan disalurkan ke dua desa yang telah ditentukan berdasarkan survei di lapangan, yaitu warga Desa Rumah Kinangkum dan Desa Sala Bulan Kecamatan Sibolangit.

 

“Jadi, sejak perusahaan ini berdiri. Kegiatan berbagi kasi terus kami lakukan secara berkesinambungan. Hari ini target kami dua desa ini, setiap tahunnya kami lakukan berpindah pindah lokasi,”ucapnya.

Adapun bantuan paket sembako berisi beras, gula, minyak makan dan bubuk teh serta uang saku. Dalam kegiatan ini, kata dia, perusahaan juga melibatkan perangkat desa maupun Forkopimcam di Kecamatan Pancur Batu dan seluruh karyawan perusahaan.

“Jadi, marilah kita terus berbuat baik. Membantu masyarakat meringankan bebannya, karena kita tidak pernah bisa tau, kebaikan yang mana yang akan kembali kepada kita nanti, dan kami berharap kegiatan yang berkesinambungan dari Perusahaan PT Key Key Cahaya Gemilang bisa bermanfaat bagi yang menerimanya,” pungkasnya.

Sementara, salah satu masyarakat penerima baksos Mayang Boru Tarigan, warga Desa Rumah Kinangkum, Sibolangit, mengaku senang menerima baksos dari PT Key Key. Ia mengucapkan terimakasih kepada PT Key Key yang telah peduli kepada mereka.

 

“Terima kasih, semoga PT Key Key Cahaya Gemilang sukses selalu,”tandasnya.(ahmad)

 

 

 

MEDAN-XMETRO
Polsek Patumbak meringkus seorang atas kepemilikan narkoba saat merazia dugaan lokasi perjudiaan di Jalan Pertahanan Dusun II Pasar VII Desa Patumbak I, Kecamatan Patumbak, tepatnya di warung Kulit. Ia bernama Fandi Ahmad (35) warga Desa Talun Kenas, Deliserdang.

“Ya, benar seorang tersangka narkoba kita amankan saat melakukan razia ke lokasi judi,”kata Kapolsek Patumbak Kompol Faidir Chan kepada wartawan, Minggu (12/5).

Penangkapan itu, lanjut Faidir, bermula dari informasi masyarakat terkait adanya lokasi judi di tempat kejadiaan perkara (TKP). Atas info tersebut, unit Reskrim Polsek Patumbak yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Jikri Sinurat bersama Panit I Iptu M.Y Dabutar dan Panit II Ipda Ellys Sitorus langsung terjun melakukan penyelidikan.

“Namun, lokasi judi kosong saat petugas datang. Informasi yang disampaikan keliru,”ucapnya.

Takberhenti sampai disitu, sambung dia, petugas pun lantas melakukan penyisiran di areal lokasi. Hasilnya, petugas mengamankan seorang atas kepemilikan narkoba.

“Dari tangan tersangka ditemukan barang bukti dua paket sabu dan uang tunai hasil Rp 70 ribu. Dimana uang itu diakui tersangka dari hasil penjualan,”sebutnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 subs 112 ayat 1 UU RI NO 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.(ahmad)

 

PANCURBATU-XMETRO
Lokasi perjudiaan di Desa Durin Sebelang digerebek Polsek Pancur Batu, Senin (6/5) sore. Hasilnya, tiga orang berhasil diamankan sedang menghisap sabu-sabu.

“Iya, ada tiga orang mereka ditangkap. Satu bandar dua pemakai,”kata salah seorang disana kepada wartawan, Senin (6/5).

Selain tiga tersangka , dalam penggerebekan itu, petugas turut mengamankan satu mesin tembak ikan dan 17 alat hisap sabu (bong).

“Karena dibelakang sekolah dasar (SD) bang lokasinya, makanya cocok diberantas,”seru dia.

Iapun berharap agar para pelaku yang diamankan tidak “dilepas” Polsek Pancur Batu. Sebab, lokasi penggerebekan memang sangat meresahkan masyarakat.

“Cocok pak, jangan dilepas, kami masyarakat Durin Sebelang mendukung pemberantasan narkoba dan perjudiaan di kampung kami,”tandasnya.

Sementara, Kapolsek Pancur Batu Kompol Hendra Simatupang dan Kanit Reskrim Polsek Pancur Batu Iptu Sahata Pengaribuan, ketika dikonfirmasi atas penggerebekan tersebut enggan memberi komentar.(ahmad)

 

MEDAN-XMETRO
Bukannya mendapat keadilan atas laporannya yang sempat mengambang selama 8 tahun tanpa kepastian hukum, Wasu Dewan, ST (39) dan istrinya Kaliyani (39), warga jalan Gaharu Gg Parmin, Kel Gaharu Kec Medan, malah menjadi tersangka atas laporan oknum Jaksa Risnawati Br Ginting, atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dan fitnah melalui media sosial.

Menurut M.Sa’i Rangkuti, SH MH, didampingi Ugiharto, SH, Ubat Riadi Pasaribu, SH,.MH, Muhammad Ilham, SH, Rizky Fatimantara Pulungan, SH, Irwansyah Putera, SH dan Imam Munawir Siregar, SH, selaku kuasa hukum Wasu Dewan, ST dan Kaliyani, Senin (6/5), bahwa kliennya yang berstatus pasutri yang memiliki 3 orang anak tersebut, telah ditangkap Polrestabes Medan pada 20 April 2024.

“Terkait dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dan fitnah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 Ayat (1), Pasal 310, Pasal 311 UU RI No 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana dan Pasal 45 ayat (3) jo Pasal 28 ayat (30 dan Pasal 45 ayat (4) jo Pasal 27(a) UU RI No 1 Tahun 2024 tentang perubahan kedua atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik jo Pasal 65 KUHP yang terjadi pada Hari Senin, tanggal 5 Februari 2024 sekira Pukul 14.50 WIB, di Kejari Medan, Jalan Adinegoro No. 5 Kelurahan Gaharu, Kecamatan Medan Timur, ” ungkapnya.

Selanjutnya M.Sa’i Rangkuti mengungkapkan bahwa pihaknya selaku Kuasa Hukum pasutri tersebut, meminta kepada Polrestabes Medan melalui Penyidik yang menangani kasus ini, agar kiranya lebih mengedepankan Restoratif Justice (RJ), sebagaimana titah Kapolri terhadap penyelesaian hukum diluar Peradilan melalui RJ, apalagi Pasutri yang kini berada diterali besi, terpaksa meninggalkan 3 anak yang masih kecil dan butuh kasih sayang.

“Apalagi pelapor terhadap klient kami adalah Oknum Jaksa di Kejaksaan Negeri Medan, yang juga Jaksa yang menangani Klient kami sebagai Pelapor, sebagaimana LP/1714/K/VII/2016/SPKT Resta Men, tanggal 12 Juli 2016,” Ungkap Putra sulung dari pasangan H.M. Imballo Rangkuti, SH dan Dra. Nurlina Nasution.

Kembali M. Sa’i Rangkuti membeberkan bahwa dugaan tindak pidana yang dituduhkan terhadap Klientnya, berawal dari Klient Kami Wasu Dewan, ST bertanya kepada Oknum Jaksa di Kejaksaan Negeri Medan terkait Laporan Pengaduannya LP/1714/K/VII/2016/SPKT Resta Men, tanggal 12 Juli 2016 tersebut telah 8 tahun dan sudah cukup lama tidak ada kepastian hukum dan selalu P19.

“Maka berkaitan hal tersebut, Klient kami datang ke Kantor Kejaksaan Negeri Medan dan bertanya tentang status laporannya dan saat itu Klient Kami bertanya, namun tidak ada tanggapan yang jelas, sehingga atas kejadian tersebut, Klient kami merekamnya, sehingga menjadi Viral di Media Sosial, hingga Oknum Jaksa melaporkan Klient kami Ke Polrestabes Medan berdasarkan LP/B/461/II/2024/SPKT/Polrestabes Medan, tanggal 12 Febuari 2024, “tuturnya.

Mengakhiri, pria yang pernah berkuliah di UISU dan USU menuturkan bahwa pihaknya selaku Kuasa hukum dari Pasutri tersebut akan memberikan nasehat hukum (Legal Advisor).

” Apabila diperlukan kami selaku kuasa hukum dari Klient kami akan memberikan nasehat (Legal Asvisor), agar meminta maaf jepada Pelapor apabila nama baiknya telah tercemar oleh tindakan Klient kami yang orang kecil dan tidak memahami hukum,” pungkasnya.(irwan)

MEDAN-XMETRO
Terkait seorang tersangka penganiyayan, Josniko Tarogan, melakukan siaran langsung (live) di media sosial (tiktok) meski berstatus tersangka dan berkasa perkara telah dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejaksaan. Di mana hal ini sontak memicu kemarahan korban Notrianta Sebayang dan publik.

Praktisi Hukum Kota Medan, Ukura Toni Sitepu, SH. CPM, angkat bicara. Ia menyangkan sikap seorang tersangka yang tidak menaati hukum, hingga melakukan siaran langsung di medsos.

“Bukannya kooperatif, ini malah live di medsos. Jelas itu pelecehan hukum,” kata Toni kepada wartawan, Sabtu (4/5).

Tersangka, lanjut dia, seharusnya menunjukan rasa penyesalannya atas pernuatannya, dan bukan Show of Force.

“Apa tersangka merasa hukum ini nngak ada. Apa ecek-ecek ini hukum ini,” kesal dia.

Untuk itu, sebut dia, ia meminta agar Polrestabes Medan dan Polsek Pancur Batu segera menahan tersangka dan menyerahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) sesuai perintah undang-undang.

“Tujunkan kepada masyarakat jika Polsek Pancur Batu adil dan profesional dalam bertugas,”pungkasnya.

Sebelummya, seorang tersangka kasus penganiyayan menyepelekan hukum di Pancur Batu. Pasalnya, meski sudah berstatus tersangka atas kasus penganiyayan dan berkas perkara sudah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Pancur Batu, pria bernama Jesiko Tarigan, malah melakukan live siaran langsung (live) di media sosial (medos) Tiktok di akun pribadinya, Josniko Tarigan122.

Siaran langsung itu pun viral di media sosial hingga sampai kepada wartawan. Dalam vidio itu terlihat seorang pria sedang melakukan live Tiktok, Jumat (3/5) dini hari. Ia bercengkarama dengan para rekan-rekannya di dalam live sambil tertawa seolah-olah ia tidak memilik masalah. Padahal, kasus yang ia hadapi cukup berat, karena melakukan penganiyayan hingga mengakibatkan korban, Notrianta Sebayang, babak belur. Entah apa yang ada dalam fikiran tersangka, yang jelas hukum di Pancur Batu telah diinjak-injak oleh tersangka. Harga diri Polsek Pancur Batu dipertanyakan.

Menanggapi itu, korban Notrianta Sebayang melalui kuasa hukumnya, Wilter Sinuraya SH kepada wartawan, Jumat (3/5) mengaku kecewa dengan pihak kepolisian yang belum menahan tersangka. Apalagi, kata dia, tersangka berani live di medsos Tiktok.

“Tidak ada lagi harga diri hukum dibuat tersangka ini. Dia (tersangka) yang seharusnya di sel tahanan malah asik live Tiktok. Sungguh miris,”kesalnya.

Untuk itu, sambung dia, demi kepastian hukum ia meminta penyidik Polsek Pancur Batu segera menyerahkan tersagka ke Jaksa Pancur Batu. Mengingat, berkas perkara telah P21 (lengkap).

Sedangkan Kapolsek Pancur Batu Kompol Hendra Simatupang ketika dikonfirmasi, apakah penyidik Polsek Pancur Batu telah menyerahkan tersangka penganiyayan, Josnoko Tarigan berserta barang bukti ke JPU, ia enggan memjawab alias bungkam.

Sebelumnua, Cabang Kejaksaan Negeri (Capjari) Deli Serdang di Pancur Batu akan segera menyerahkan berkas perkara tersangka kasus penganiyayan, Josniko Tarigan, ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), setelah dinyatakan lengkap oleh Jaksa peneliti. Saat ini, JPU menunggu penyidik Polsek Pancur Batu untuk segera menyerahkan tersangka dan barang bukti.

“Sudah kita P21kan. Kita sedang menunggu penyidik Polsek Pancur Batu untuk menyerahkan tersangka dan barang bukti,”tegas Kacabjari Deliserdang di Pancur Batu Yus Imam kepada wartawan, Kamis (2/5).

Kanit Reskrim Polsek Pancur Batu Iptu Sahat Pangaribuan ketika dikonfirmasi wartawan, terkait penyerahkan tersangka dan barang bukti, mengaku sudah P21. Hari ini, Kamis (2/5), kata dia, penyidik akan melakukan pelimpahan tahap II, penyerahan tersangka dan barang bukti.

“Ya, P21. Akan segera kita limpahkan tahap II,”pungkasnya.

 

Sebelumnya, Setelah dua tahun melawan ketidakadilan, kasus penganiyayan terhadap Notrianta Sebayang, mulai mendapat titik terang. Penyidik Reskrim Polsek Delitua telah mengirim berkas perkara kasus tersebut ke Kejaksaan Cabang Pancur Batu. Tetapi, tersangka belum juga ditahan.(ahmad)

 

PANCURBATU-XMETRO
Seorang tersangka kasus penganiyayan menyepelekan hukum di Pancur Batu. Pasalnya, meski sudah berstatus tersangka atas kasus penganiyayan dan berkas perkara sudah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Pancur Batu, pria bernama Jesiko Tarigan, malah melakukan live siaran langsung (live) di media sosial (medos) Tiktok di akun pribadinya, Josniko Tarigan122.

Siaran langsung itu pun viral di media sosial hingga sampai kepada wartawan. Dalam vidio itu terlihat seorang pria sedang melakukan live Tiktok, Jumat (3/5) dini hari. Ia bercengkarama dengan para rekan-rekannya di dalam live sambil tertawa seolah-olah ia tidak memilik masalah. Padahal, kasus yang ia hadapi cukup berat, karena melakukan penganiyayan hingga mengakibatkan korban, Notrianta Sebayang, babak belur. Entah apa yang ada dalam fikiran tersangka, yang jelas hukum di Pancur Batu telah diinjak-injak oleh tersangka. Harga diri Polsek Pancur Batu dipertanyakan.

Menanggapi itu, korban Notrianta Sebayang melalui kuasa hukumnya, Wilter Sinuraya SH kepada wartawan, Jumat (3/5) mengaku kecewa dengan pihak kepolisian yang belum menahan tersangka. Apalagi, kata dia, tersangka berani live di medsos Tiktok.

“Tidak ada lagi harga diri hukum dibuat tersangka ini. Dia (tersangka) yang seharusnya di sel tahanan malah asik live Tiktok. Sungguh miris,”kesalnya.

Untuk itu, sambung dia, demi kepastian hukum ia meminta penyidik Polsek Pancur Batu segera menyerahkan tersagka ke Jaksa Pancur Batu. Mengingat, berkas perkara telah P21 (lengkap).

Sedangkan Kapolsek Pancur Batu Kompol Hendra Simatupang ketika dikonfirmasi, apakah penyidik Polsek Pancur Batu telah menyerahkan tersangka penganiyayan, Josnoko Tarigan berserta barang bukti ke JPU, ia enggan memjawab alias bungkam.

Sebelumnua, Cabang Kejaksaan Negeri (Capjari) Deli Serdang di Pancur Batu akan segera menyerahkan berkas perkara tersangka kasus penganiyayan, Josniko Tarigan, ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), setelah dinyatakan lengkap oleh Jaksa peneliti. Saat ini, JPU menunggu penyidik Polsek Pancur Batu untuk segera menyerahkan tersangka dan barang bukti.

“Sudah kita P21kan. Kita sedang menunggu penyidik Polsek Pancur Batu untuk menyerahkan tersangka dan barang bukti,”tegas Kacabjari Deliserdang di Pancur Batu Yus Imam kepada wartawan, Kamis (2/5).

Kanit Reskrim Polsek Pancur Batu Iptu Sahat Pangaribuan ketika dikonfirmasi wartawan, terkait penyerahkan tersangka dan barang bukti, mengaku sudah P21. Hari ini, Kamis (2/5), kata dia, penyidik akan melakukan pelimpahan tahap II, penyerahan tersangka dan barang bukti.

“Ya, P21. Akan segera kita limpahkan tahap II,”pungkasnya.

 

Sebelumnya, Setelah dua tahun melawan ketidakadilan, kasus penganiyayan terhadap Notrianta Sebayang, mulai mendapat titik terang. Penyidik Reskrim Polsek Delitua telah mengirim berkas perkara kasus tersebut ke Kejaksaan Cabang Pancur Batu. Tetapi, tersangka belum juga ditahan.(ahmad)

 

 

MEDAN-XMETRO
Pasal 1 Ayat 3 UUD 1945 menegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum, setiap warga negara mendapat hak untuk mendapat keadilan melalui penegak hukum. Namun sepertinya, masih banyak masyarakat di Sumatra Utara (Sumut) yang luput dari perhatian dan keadilan oleh aparat penegak hukum, khusnya Polda Sumut dan jajaran.

Hal ini terlihat seperti kasus penganiyayan terhadap supir PT Key Key yang menjadi korban penganiyayan, pengancaman dan pengrusakan oleh sekelompok oknum organisasi masyarakt (ormas). Sebab, kasus tersebut terkesan seperti jalan di tempat. Sampai saat ini berkas perkara kasus tersebut belum juga dilimpahkan ke jaksa, meski sudah 2 bulan berlalu.

Padahal, kasus tersebut sangat viral di media sosial (medsos), dari aksi penganiyayan hingga penangkapan terhadap para tersangka.

Korban, Ivan Sanzes (supir PT Key Key), kepada wartawan sempat mengaku kecewa dengan Satreskrim Polrestabes Medan. Sebab, sudah berjalan dua bulan, kasus yang menimpa dirinya sampai sekarang belum jelas. Hal ini ia sampaikan kepada wartawan, Selasa (30/4) kemarin.

“Sudah berjalan dua bulan kasus itu belum masuk ke ranah persidangan, inikan sangat aneh. Kami ini masyarakat awam, janganlah diginikan,”kesal dia saat ditemui wartawan di kediamannya Desa Tiang Layar, Pancur Batu.

Iapun memastikan jika berkas perkara kasus yang menimpanya belum dikirim ke JPU. Hal ia ketahui saat mengecek di Polrestabes Medan.

Perkembangan kasus tersebut pun tidak pernah dapat penjelasan dari penyidik Polrestabes Medan, hingga ia mengadu kepada wartawan. Tujuannya, agar bisa memperoleh perkembangan kasus yang menimpa dirinya.

Akan tetapi, sama halnya seperti korban. Wartawan juga sulit memperoleh informasi dari pihak terkait. Para pejabat kompak bungkam ketika dikonfirmasi wartawan, Kamis (2/5). Padahal, profesi wartawan sudah sangat tepat untuk mempertanyakan setiap perkembangan kasus berdasarkan Undang-Undang Pers nomor 40 tahun 1999. Namun para pejabat Polda Sumut dan jajaran, memilih apatis dan bungkam. Kapolrestabes Medan, Kasatreskrim Polrestabes Medan hingga Kabid Propam Polda Sumut enggan menanggapi konfirmasi wartawan terkait kasus penganiyayan tersebut.

 

Sebelumnya, hingga saat ini, penyidik Satreskrim Polrestabes Medan belum mengirim berkas perkara kasus penganiyayan, pengancaman dan pengrusakan terhadap supir PT Key Key, Jaksa. Padahal, kasus itu sudah berjalan selama dua bulan.

Aksi pidana secara bersama-sama itu terjadi di Dusun V, Desa Durin Simbelang, Kecamatan Pancur Natu, Deli serdang, Jumat(1/2) lalu. Diketahui, kasus penganiyayan hingga penangkapan terhadap para pelaku viral di media sosial (medsos). Namun kasusnya hingga saat ini terkesan jalan di tempat.

Kasi Intelejen Kejari Deli Serdang Boy Amali ketika dikonfirmasi, Selasa (30/4), mengaku hingga saat ini Kejari Deliserdang belum menerima berkas perkara hasil penyelidikan sudah lengkap (P21) kasus 5 orang tersangka yang terlibat aksi penganiyayan supir PT Key Key.

“Belum bang, nanti dikabari,” pungkasnya.

Diketahui, sekelompok ormas menyerang supur PT Key Key di Jalan Jamin Ginting,Desa Tiang Layar pancur batu,Kabupaten Deli serdang pada Jumat(1/2/24) dinihari. Akibatnya 2 orang supir yang tengah melintas menjadi korban penganiyaan. Kemudian, kasus itu tercium aparat kepolisian. Kemudian, Satreskrim Polrestabes Medan mengamankan 5 orang pelaku dari Desa Durin Tonggal,Kecamatan Pancur Batu Deli serdang. Namun, setelah penangkapan, kasus tersebut hingga kini tidal jelas dan berjalan di tempat.(ahmad)

 

PANCURBATU-XMETRO
Cabang Kejaksaan Negeri (Capjari) Deli Serdang di Pancur Batu akan segera menyerahkan berkas perkara tersangka kasus penganiyayan, Josniko Tarigan, ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), setelah dinyatakan lengkap oleh Jaksa peneliti. Saat ini, JPU menunggu penyidik Polsek Pancur Batu untuk menyerahkan tersangka dan barang bukti.

“Sudah kita P21kan. Kita sedang menunggu penyidik Polsek Pancur Batu untuk menyerahkan tersangka dan barang bukti,”tegas Kacabjari Deliserdang di Pancur Batu Yus Imam kepada wartawan, Kamis (2/5).

Sementara, Kanit Reskrim Polsek Pancur Batu Iptu Sahat Pangaribuan ketika dikonfirmasi wartawan, terkait penyerahkan tersangka dan barang bukti, mengaku bahwa berkas perkara sudah P21. Hari ini, Kamis (2/5), kata dia, penyidik akan melakukan pelimpahan tahap II, penyerahan tersangka dan barang bukti.

“Ya, P21. Akan segera kita limpahkan tahap II,”pungkasnya.

Sebelumnya, Setelah dua tahun melawan ketidakadilan, kasus penganiyayan terhadap Notrianta Sebayang, mulai mendapat titik terang. Penyidik Reskrim Polsek Pancur Batu telah mengirim berkas perkara kasus tersebut ke Kejaksaan Cabang Pancur Batu. Tetapi, tersangka belum juga ditahan.

 

” Ya bang, sebelum berkas perkara dikirim, saya kuasa hukum korban melakukan koordinasi dengan penyidik dan ada memasukkan surat permohonan kepastian hukum atas kasus ini kepada kapolsek. Kemudian atas bantuan dari rekan media yang juga mendesak kasus ini maka di tanggal 28 Maret 2024 penyidik telah mengirimkan kembali berkasi pelimpahan ke JPU Pancur Batu,” kata kuasa hukum korban, Wilter Sinuraya, SH kepada Metro 24, Rabu (1/4).

Meski telah ditahan, lanjutnya, entah apa alasan penyidik hingga kini penyidik belum juga menahan tersangka, Josniko Tarigan. Padahal, sesuai Undang-Undang hukum pidana tersangka sudah harus ditahan sebelu berkas perkara dikirim ke JPU.

Seperti diketahui, Notrianta Sebayang melapor ke Polsek Pancur Batu karena dianiaya tersangka Josniko Tarigan. Ia dihajar Josniko Tarigan di Jln Letjen Jamin Ginting, Desa Tiang Layar, Kec. Pancur Batu, Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara, dua tahun lalu. Namun kasusnya ngendap di meja Kanit Reskrim Polsek Pancur Batu.(ahmad)

MEDAN-XMETRO
Setelah dua tahun melawan ketidakadilan, kasus penganiyayan terhadap Notrianta Sebayang, mulai mendapat titik terang. Penyidik Reskrim Polsek Patumbak telah mengirim berkas perkara kasus tersebut ke Kejaksaan Cabang Pancur Batu. Tetapi, tersangka belum juga ditahan.

” Ya bang, sebelum berkas perkara dikirim, saya kuasa hukum korban melakukan koordinasi dengan penyidik dan ada memasukkan surat permohonan kepastian hukum atas kasus ini kepada kapolsek. Kemudian atas bantuan dari rekan media yang juga mendesak kasus ini maka di tanggal 28 Maret 2024 penyidik telah mengirimkan kembali berkasi pelimpahan ke JPU Pancur Batu,” kata kuasa hukum korban, Wilter Sinuraya, SH kepada Metro 24, Rabu (1/4).

Meski telah ditahan, lanjutnya, entah apa alasan penyidik hingga kini penyidik belum juga menahan tersangka, Josniko Tarigan. Padahal, sesuai Undang-Undang hukum pidana tersangka sudah harus ditahan sebelu berkas perkara dikirim ke JPU.

“Tidak ada yang menjamin tersangka bisa bebas diluar, tidak ada keterangan wajib lapor atau apa. Siapkah Kapolres dan Kapolsek Pancur Batu bertanggung jawab jika tersangka kabur melarikan diri,” kesal dia.

Untuk itu, atas perintah undang-undang, ia meminta kepada penyidik Polsek Pancur Batu agar segera melakukan penahanan terhadap tersangka, Josniko Tarigan.

“Jangan ada perlakuan istimewa terhadap tersangka kpppejahatan. Lihat korban, harus ada keadilan kepada korban,”harapnya.

Kanit Reakrim Polsek Pancur Batu Iptu Sahat Pangaribuan ketika ditanya soal apa alasan penyidik belum menahan tersangka. Kanit belum berkomentar.
Seperti diketahui, Notrianta Sebayang melapor ke Polsek Pancur Batu karena dianiaya tersangka Josniko Tarigan. Ia dihajar Josniko Tarigan di Jln Letjen Jamin Ginting, Desa Tiang Layar, Kec. Pancur Batu, Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara, dua tahun lalu. Namun kasusnya ngendap di meja Kanit Reskrim Polsek Pancur Batu.(ahmad)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.