700 Hektare Hutan di Langkat Gundul Akibat Illegal Logging

oleh
oleh

MEDAN-M24
Sebanyak 700 hektare dari 1.200 hektare hutan mangrove (bakau) di Desa Lubuk Kertang, Kecamatan Berandan Barat, Kabupaten Langkat gundul akibat ilegal logging industri arang berbahan kayu bakau.

Hal ini disampaikan Kapolda Sumut Irjen Agung Setya Imam Effendi, pasca menggerebek praktik ilegal logging disana. Para mafia kayu bakau ini menebang pohon pada bagian tengah-tengah hutan untuk mengelabui petugas.

Para pengepul kayu, sengaja tidak menggunduli tanaman ini seluruhnya. Mereka hanya mengambil kayu dengan ukuran 3-5 sentimeter dan panjang 2-3 meter. Ada dua tersangka yang diamankan petugas,  Babe (59) dan Udin.

“Penindakan ini merupakan komitmen pihaknya melindungi lingkungan dan masyarakat. Pengrusakan yang kian masif bisa merugikan warga dan merusak ekosistem hutan. 700 haktare lahan telah dirusak dari 1.200 haktare lahan disana,”katanya, Selasa (1/7).

Dari hasil penyidikan sementara yang dilakukan Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Ditreskrimsus Polda Sumut, kayu bakau yang jadi arang diekspor ke luar negeri.

Pengekspor yang ada adi kota Medan ini diduga sengaja memanfaatkan warga lokal untuk menebang pohon bakau dan mengelolanya sampai jadi arang siap jual. Sementara arang dijual Rp 4.000 perkilogramnya ke luar negeri.

Dari pengrusakan hutan mangrove ini baru dua orang yang diamankan, penebang dan pemilik pengelolaan. Sementara diduga pemilik pabrik yang ada di Medan melarikan diri saat digerebek.

Agung berjanji akan mengusut tuntas kasus Ilegal logging ini. Menurutnya, perambahan hutan mangrove ini bukan hanya di Sumatera Utara, melainkan ke wilayah lainnya.

“Kita akan teruskan pengejarannya dan nanti akan kita informasikan lebih lanjut. Akan kita informasikan kalau faktanya ditemukan,” tegasnya.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *